Mahasiswa Unhalu Sepakat Berdamai
Kendari, PenaOne - Sembilan orang menjadi korban bentrok antara mahasiswa dan petugas kepolisian di jalan Hae Makadompit sekitar pertigaan Kampus Universitas Haluole (Unhalu), Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) buntut demonstrasi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Korban terdiri dari tiga orang petugas kepolisian, seorang wartawan media lokal, dan lima orang mahasiswa terpaksa mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit setempat setelah massa terlibat saling serang mulai dari saling lempar batu, penggunaan gas air mata sampai dugaan penggunaan anak panah selama dua hari yakni sejak rabu (19/6/2013) hingga kamis (20/6/2013).
Bentrok antar petugas kepolisian dengan mahasiswa mereda, ketika kedua pihak sepakat melakukan negosiasi pada kamis sore. Dari pihak kepolisian meminta kepada mahasiswa agar saat melakukan aksi tidak menggunakan tindak anarkis dan merusak fasilitas umum. Sedangkan pihak mahasiswa meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak menghalangi aksi unjuk rasa yang mereka lakukan.
Selain itu mahasiswa juga meminta kepolisian membebaskan rekan-rekan mereka yang diamankan ketika aksi bentrok berlansung. Hal lain yang juga disyaratkan saat negosiasi, mahasiswa bersama Pembantu Rektor 3 Unhalu meminta agar kepolisian menanggung seluruh biaya perawatan dan pengobatan yang menjadi korban dari pihak mahasiswa.
Kapolda Sultra Brigadir Jendral Ngadino Kamis (20/06/2013) menuturkan kelegaannya atas kesepakatan yang telah dibangun antara para pendemo dan aparat keamanan.
“Akhirnya tercapai kesepakatan. Ada beberapa opsi yang diminta oleh mahasiswa salah satunya membebaskan rekan-rekan mereka yang ditahan”, ungkapnya.
Dari informasi yang dihimpun bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian berawal oleh aksi sejumlah mahasiswa yang melempari kantor polisi di Jalan H.E.A Mokodompit menggunakan batu pada rabu (19/6/2013) lalu.
Aksi pelemparan terjadi saat mahasiswa yang baru saja menggelar aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM, hendak pulang ke kampus dengan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Aksi pelemparan itu lantas memicu reaksi aparat kepolisian hingga akhirnya bentrokan pun tak terhindarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar